Labels

Wednesday, 28 January 2015

Museum Lukisan Abstrak, Rabat, Maroko



Musée Mohammed VI d'Art Moderne et Contemporain itu nama kerennya dalam bahasa prancis.

Letaknya tidak jauh dari stasiun kereta api di Rabat. Cukup jalan kaki sekitar 10 menit sampailah kalian ke Museum Lukisan Muhammad VI ini. museum yang didedikasikan untuk para pelukis maroko baik yang sudah meninggal ataupun yang masih berkarya. 

Museum ini di resmikan oleh Raja muhammad VI  bersama pangeran Ismail pada tanggal 7 Oktober 2014. Dan tercatat sebagai  yayasan museum terbesar di kerajaan dan dipersembahkan penuh kepada para pelukis dalam negeri.  Dan awal yayasan yang memenuhi kriteria Internasional dalam urusan Administrasi kemuseuman.

Menteri  Yayasan Nasional untuk Museum Lmehdi Qoutbi mengatakan dalam sambutannya “ bahwa proyek ini adalah kehendak daripada Raja Muhammad 5 unutk menjadikan kebudayaan yang bernilai seni tinggi dan bisa menginspirasi bagi pertumbuhan kemanusiaan dan kesosialan dan perekonomian. Beliau juga menjelaskan proyek ini  menghabiskan 200 juta Dirham atau kalau di rupiahkan sekitar 350 Milyar rupiah. 

Kata Bijak dalam Bahasa Ibrani ( Hebrew )



כל התחלה קשה
(setiap awal itu sulit )

אל תדחה למחר מה שאתה יכול לעשות היום
( jangan menunda pekerjaan hari ini ke besok )

לא כל המבריק זהב
(tidak semua yang berkilau itu emas )

דבר מעט ועשה הרבה
(bagusnya omongan adalah yang sedikit dan berbobot )

קל לעשות שונא קשה לעשות אוהב
(yang mudah adalah membuat orang membencimu,dan yang sulit membuat orang mencintaimu )

די לחכימא ברמיזה
(orang cerdik dari isyarat akan faham )

אדם חכם מבין בקריצת עין
( orang pintar akan memahami isyarat kedipan mata )

אחד בפה ואחד בלב
(manusia dua wajah = munafik )

Thursday, 4 December 2014

Telaah kitab Maqashidul Maqashid



Judul kitab : Maqashidul Maqashid
Pengarang : Dr. Ahmad Raisuni ( Wakil Ketua Persatuan Ulama Islam Se-Dunia )
Tebal Halaman : 175 Halaman
Penerbit : Dar Arabia lin-Nasr wa Abhats, Beirut , Lebanon
Cetakan : Pertama, 2013
Launching : 4 Agustus 2013 ( 27 Ramadhan )

Kitab ini termasuk kitab yang baru keluar  dari percetakan Pusat Studi dan Riset Maqashid yang mana disini Dr. Raisuni sebagai Direktur dalam bidang keilmuan. Judul kitab ini termasuk judul yang sangat tinggi dalam bidangnya, yang mana seperti tertulis di kitabnya “ Akhir puncak Intelektual dan Pengaplikasian Maqashid Syariah “ . didalam kitab ini terkandung  3 bab pembahasan, yaitu pertama “ Maqashidul Maqashid dalam memahami Alqur’an dan Hadits “ kemudian dilanjutkan yang kedua yaitu “ Maqashidul Maqashid dalam fiqh dan Ijtihad Fiqh “ dan terakhir “ Tujuan Intelektual dari Maqashid “. 
 
Yang bisa kita simpulkan dari kitab ini adalah bahwasanya pembahasan yang pertama dan kedua itu termasuk dari akhir ke-intelektual-an Maqashid atau katakanlah Teorinya, kemudian yang pembahasan terakhir adalah tentang  pengaplikasiannya. 

Bagusnya kitab ini adalah mengumpulkan antara dua sisi, yaitu dari sisi Intelektual dan Implementasinya. Dorongan kuat Dr. Raisuni dalam mengarang kitab ini adalah untuk menghadapi orang-orang yang ngawur dalam memahami Maqashid dan Ahli Maqashid yang melecehkan Nash Qur’an dan hadits. Karena mereka memahaminya dari segi Maqashidnya saja dengan mengabaikan isi  Nash tersebut. 

 Dr. Raisuni  menolak pendapat mereka dan menulis didalam kitabnya di halaman pertama dengan perkataan “ dan seharusnya segi Maqashid yang benar adalah dengan memahami isi Nash juga, karena isi nash itu mempunyai banyak makna yang tersirat “
 
Ajakan untuk meng-Interpretasi-kan Maqashid.

Satu diantara yang dikenalkan di kitab Dr. Raisuni “ Maqashidul Maqashid” yaitu tentang ajakannya kepada ulama dan Ahli tafsir untuk selalu menjaga Tujuan keseluruhan dari Aqur’an itu sendiri ( Maqashid Kulliyah Lil Qur’an ). Ini bukan hanya sebagian Maqashid Ayat ataupun Maqashid tiap-tiap surat. Lebih menyeluruh. Maka dari itu, beliau dalam kitabnya ini meletakkan Maqashid Alquran Karim ini dalam pembahasan yang pertama.

Friday, 28 November 2014

Ibnu Tufail Filosof Islam asal Maroko

Sebuah nama yang terukir didalam sejarah manusia tentunya bukan tanpa kesengajaan. Dan kesengajaan itu adalah suatu apresiasi masyarakat terhadap nama tersebut. Taruhlah di Maroko ada sebuah nama Ibnu thufail yang merupakan nama universitas di kota Kenitra. Sebuah kota yang berjarak 30 Km dari Ibukota kerajaan Maroko Rabat. Dan nama universitas itu adalah Universitas Ibnu Thufail.  Berkat sumbangsihnya beliau terhadap pendidikan,kesehatan menjadikannya namanya dikenang sampai sekarang.

Ibnu Thufail adalah seorang pemikir islam dizamannya. Beliau lahir pada tahun 494H / 1100 M didaerah bernama Cadix (Ouadi Ach) . Sebuah desa yang terletak 53 Km di sebelah timur laut Granada , Spanyol.  Lahir dengan nama Abu Bakar Muhammad bin Abdul Malik bin Muhammad bin Thufail bin Al Qaisi Al Andalusi Algharnathi atau dalam dunia barat disebut Abubacer. Walaupun lahir di ujung barat dunia islam ketika itu,tapi beliau adalah keturunan Arab yang berasal dari Qabilah Bani Qais Ailan bin Mudhor. 

Mengenai masa kecilnya tidak diketahui banyak sejarahnya. Namun yang jelas beliau menghabiskan masa kecilnya di kota Granada. Mulai belajar Hadits dan Fiqh pada Abu Muhammad Ar-Rasyathi , dan ia juga belajar filsafat ke Ibnu Bajjah. Seorang filosof ansich asal Spanyol , bahkan ia bukan hanya seorang filosof, ia juga menguasai disiplin ilmu pengetahuan. Dan Ibnu Tufail ini juga kemudian hari menjadi guru sekaligus teman Ibnu Rusyd.

Sunday, 26 October 2014

Galau tentang Judul Skripsi di Luar Negeri

Sebagai delegasi dari negara kita itu terkadang kita ingin menulis bahs (skripsi) itu pasti disuruh dosen untuk membahas pengaplikasiannya di Indonesia dll. dengan alasan kamu itu delegasi dari negaramu, Maka dari itu bahaslah negara kamu yang kemudian bisa diambil ibrah di negara kami ini. tapi alasan ini kusanggah , saya itu belajar di negaramu untuk mengambil ilmu negaramu sebagai nilai jual kami ketika kami pulang,bukan untuk memamerkan negara kami ke negara yang sedang kubelajari ( dalam artian kasarnya kita gak mau hanya menerjemah teks saja ).

ada juga masukan yang kedua dari dosen saya indonesia bilang, bahwa yang bahs yang baik adalah kamu membahas negara lain,selain di negara tempat belajar kamu sekarang. seperti yang dicontohkan kang abik dalam KCB, disana ada ana calon istrinya azzam yang membahas tentang perbankan Malaysia walaupun dia adalah orang Indonesia.atau di Aljazair,Arab Saudi, Mesir dengan alasan kamu akan dapat ilmu dua negara, satu negara tempat kamu belajar sekarang,terus yang kedua adalah negara yang kamu bahas itu. tapi sekali lagi ,ini juga kusanggah, ngapain juga kamu bangga2in negara lain? daripada sama-sama membahas negara orang,mending bahas negara sendiri.

ada juga masukan yang mengatakan, kamu mending bahas ilmu yang ada di negara yang kamu pelajari tersebut, taruhlah di Maroko ada ilmu baru ,yaitu Fiqh Maliki dan Maqashid Syariah,Yahudi Maroko. Kenapa begitu? karena itu juga nilai jual kamu di Indonesia nanti. nilai jual yang memang tidak ada di Indonesia. walaupun ini langka dan mungkin orang tidak menolehnya, tapi jika memang ada orang yang serius ingin mempelajari maka kamu akan menjadi pakar di bidangnya. Sebagai misal bila membahas tentang bagaimana fiqh malik itu lebih enak, konsep Maqashid Syariah,kenapa yahudi maroko bisa hidup lebih enak hatta waqila maroko adalah negeri teraman menurut yahudi kedua setelah israel dll. Ilmu ini yang merupakan studi magrib Arabi itu belumlah di toleh oleh sebagian orang  Indonesia disana. Dan yang baru dikaji adalah Studi Arab yang diambil sampel adalah Mesir. Bahasa Arab pasarannya pun ngambil mesir,Padahal Arab itu bukan mesir doang kan, kenapa kita sendiri tidak mengenalkan diri keunikan Studi Magrib Arabi? 

Ada juga yang terakhir mengatakan , halah, skripsi itu yang penting mudah dan cepat, ngapain juga susah-susah di buat.yang penting kan nilai?. Dalam hal yang terakhir ini mungkin agak ku tolerir, dan itu adalah tahap akhir jika semua yang diatas itu tidak bisa di ambil.



Minggu , 26 Oktober 2014
Rabat,Maroko